Jumat, 01 Juni 2018

Doa di 10 tahunmu

25 maret 2007
10 tahun yg lalu..
Alhamdulillah
Suara tangisan dr bibirmu, mengukir senyum kami,orang tua mu.
Tendangan kaki & gerakan tanganmu,berkah Allah terindah untuk kami,orang tua mu.

25 maret 2017
Saat ini dan nanti..
InsyaAllah
Suara lantunan ayat suci dari bibirmu, mengukir bahagia yg tak terhingga untuk kami,orang tua mu.
Langkah kaki & uluran tanganmu ketika berdoa menuntut ilmu, adalah amal ibadah tak henti bagi kami, orang tua mu.

Alhamdulillah ya Allah..
Terimakasih chalisya,
Maafkan kami orang tua mu yg sangat jauh dr sempurna ..

Rabu, 09 Mei 2018

Doa di 40 tahunku

Ya Allah..
Hari ini, 40 th yg lalu Engkau titipkan hamba pd mereka

YaAllah..
Berapa banyak darah dan air mata mereka telah tumpah karena hamba

YaAllah..
Berkali-kali tangan dan kaki mereka menjadi lelah krn hamba
YaAllah..
Tetesan keringat dan tenaga merekapun hampir habis krn hamba

YaAllah..
Dalam sisa umur ini,
Ijinkan hamba mnjadi penyambung amal ibadah mereka,
Ijinkan hamba utk selalu mendoakan mereka,
Ijinkan hamba membuat mereka selalu senyum bahagia

YaAllah..
Merekalah pintu syurga hamba saat waktu telah tiba
Robbighfirliwaliwalidayyawarhamhummakamarobbayannisoghiro

Doa hamba untuk orang tua terhebat bagi anak-anaknya

Sebelas Tahun

Chalisya
Jalan lurus bukan berarti selalu mulus,
Impian cita2 yang menjulang, masih menunggumu untuk terus berjuang,

Chalisya
Saat langkah lurus mulai terasa goyang,
Saat rintangan membuat berat berjuang,
Berpeganglah kencang pada tali penahan

Chalisya
Tak mengapa jika merasa lelah, istirahatlah,
Ingat, pasrah itu bukan berarti menyerah

Chalisya
Sholatmu adalah tali penahan hingga imanmu takkan goyang..
Hafalan quranmu adalah penyegar di saat hati merasa lelah dan gerah..

Chalisya
Terimakasih telah memberikan 11 tahunmu,
11 tahunmu mengajarkan papa & mami untuk selalu berjuang dan slalu ikhlas pasrah pada Allah

Barakallah fii umuriik sebelas tahunmu
Chalisya Mahira Ismaulida

Sang Idola

Ketika kakak istiqomah terus berjalan mendaki puncak,
Mata mereka takjub melihatnya,
Kakak sang idola

Ketika adik-adiknya berbinar bercerita tentang kehebatan kakaknya, tak putus pujian dari bibir mungil mereka,
Kakak sang idola

Memang tak selalu akur ketika mereka bersama,
tapi saling DOA selalu mengikat hati para saudara

"Kakak sang idola"
Nindya Vitriza

Selasa, 08 Mei 2018

Tersayang

Adikku sayang..
masih jelas saat pertama mengantaranmu masuk pintu kelas 1 sekolah dasar,kau pegang tanganku dn berkata,"kak mendy tetap disini kan?"
Adikku sayang..
Masih terbayang saat kau jatuh di sekolah,kau berkata,"kak mendy tungguin disini ya.."
Adikku sayang..
Masih jelas saat pertama mngantar telur dadar dari bogor ke jakarta saat subuhpun belum menjelang untuk keperluan ospek kuliah mu,dan kau pun masih berkata,"kak mendy nunggu disini kan?"
Adikku sayang..
Walau kadang kesal dan sering merasa teganggu dgn ulahmu dari kecil hingga sekarang,
tp inilah adalah adik yg paling  disayang.
Adikku sayang..
Satu persatu amanah orang tua telah engkau jalankan,dengan beban berat yg aku sendiripun tak bisa membayangkan apalagi melakukan..
Adikku sayang..
InsyaAllah engkau mampu menjaga amanah, sbg imam keluarga dan ilmu yg Allah titipkan padamu..
Adikku sayang..
Kakakmu memang tidak selalu  bisa ada di sampingmu,tp inshaAllah selalu ada doa khusus hanya untukmu
Adikku sayang..
Teuku Istia Muda Perdan
"Selamat mengamalkan ilmu baru mu,sempurnakanlah imanmu,  jagalah selalu keluargamu, itulah yg akan menjadi amalan yg tak terputus waktu"
Doa dari kakak untukmu yang "tersayang"

Minggu, 06 Mei 2018

Sang Ketua

Maaf..jika dia bukan teman
Maaf..jika dia bukan sahabat
Buat saya, dia adalah saudara..

SekolahMenengahPertama, di kelas yg sama,di bangku tepat di dpn saya,dia yg mendahului menyapa..

SekolahMenengahAtas,di kelas yg sama,dia yg mendahului menyapa..

Masuk kampus yg sama,fakultas yg sama,kereta yg sama,masa orientasi yg sama,hingga1 tahun kuliah bersama..
dia selalu yg mendahului menyapa..

Tahun kedua,
Ketika yg lain berkata "untuk apa sih pindah jurusan?emang yakin?emang bisa?buang2 waktu tenaga aja.."
Tapi saudara saya hanya berkata sambil tertawa," Emang harus gitu,jadi nanti kita punya kerjaan yg beda,pasti bisaa..!" Diantara ribuan teman2nya,dia yg selalu mendahului menyapa sambil tertawa..

Diantara padatnya setiap acara,dia yg selalu mendahului menyapa dgn semangatnya..
Diantara pentingnya semua tugas2 untuk negara,dia yg selalu mendahului menyapa dgn kerendahan hatinya..

Apalah saya,
Untuk menjadi teman atau sahabatnya pun masih tak bisa..
Apalah saya,
Untuk hadir saat sakit terakhir kalinya,keberanian tak punya,nyali pun tak ada..
Saat tak mampu menjadi teman & sahabat yg baik untuknya, dia selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah saudaranya..

Sekarang, ketika seluruh sahabat kumpul bersama,
Sang Ketua telah tiada,
semuanya terasa beda,
gembira pun tak lagi sama..
Telah berkurang sapaan ramah dari seorang saudara..
Maaf..
Dia bukan teman atau sahabat saya,
buat saya,dia adalah saudara..
KangAsep 'sangKetua'..
Memang mendahului kita ketika Allah memanggilnya,
Tapi insyaAllah doa kami mendahuluinya,
Ya Allah hapuslah semua dosa,
terimalah seluruh amal ibadahnya,
lindungilah seluruh keluarga dan orang2 yang menyayanginya..

04/01/2017
Untuk seorang saudara saya,
Sejak awal remaja hingga kini akhir hayatnya..

AsepRahmatFajar 'SangKetua'

Kamis, 26 Februari 2015

Tulisan ini

Tiba-tiba saja ingin menulis "ini"

Sebelumnya saya mohon maaf dari hati, jika kata-kata dalam tulisan ini ada yang menyakiti.
Tidak ada maksud apapun dari hati, hanya sekedar ingin berbagi..

Segala kesalahan adalah milik saya pribadi yang masih sangat kurang dalam mengelola emosi diri,
namun segala kebenaran adalah datangnya dari Allah SWT Maha Pencipta diri ini.

Bismillahirrahmanirrahiim...

Adalah kita yang sering menghakimi tanpa terkendali.
Berkata-kata dan kemudian menulis disana sini, 
termasuk saya sebagai pribadi.

Sudah benarkah ikhlas hati saat berkata dan menulis di sana-sini,
ataukah hanya ingin dipuji ?
Sudah benarkah kita saat menilai sebuah profesi,
ataukah malah ada kata dan tindakan kita yang menimbulkan sakit hati?
Sudah benarkah tujuan kita berdemonstrasi,
ataukah hanya karena  rasa benci yang terlalu membumbung tinggi?

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Kisah seorang guru yang menyakiti muridnya tiada henti,
lalu kita pun berkata, guru-guru saat ini tidak lagi bisa mendidik, hanya bisa menyakiti.
Apakah yang kemudian dihakimi,
guru sebagai profesi atau sebagai pribadi ?

Kisah seorang dokter yang salah ketika melakukan operasi,
lalu kita pun berkata, dokter-dokter saat ini telah melupakan sumpah dan etika, hanya mementingkan tingkat ekonomi.
Apakah yang kemudian dihakimi,
dokter sebagai profesi atau sebagai pribadi ?

Kisah seorang polisi yang terbukti melakukan korupsi hingga banyak yang merasa rugi,
lalu kita pun berkata, biasalah polisi-polisi saat ini hanya bisa menyusahkan rakyat, demi mengumpulkan materi.
Apakah yang kemudian dihakimi,
polisi sebagai profesi atau sebagai pribadi ?

Kisah seorang pemimpin yang salah dalam membuat keputusan, hingga ada pihak yang merasa tidak diadili,
lalu kita pun berkata, itulah para pemimpin masa kini,harta yang utama dan keadilan tidak lagi dipeduli.
Apakah yang kemudian dihakimi,
pemimpin sebagai profesi atau sebagai pribadi ?

Kisah seorang pengumpul sampah, yang melihat kesempatan hingga kemudian mencuri,
lalu kita pun berkata, awas mereka hanya berpura-pura mengumpulkan sampah,padahal mau mencuri.
Apakah yang kemudian dihakimi,
pengumpul sampah sebagai profesi atau sebagai pribadi ?

Kisah seorang artis di televisi yang menikah, berpisah, lalu menikah lagi,
lalu kita pun berkata, apa lagi yang bisa dilakuan artis-artis jika ingin terkenal selain membuat sensasi.
Apakah yang kemudian dihakimi,
artis sebagai profesi atau sebagai pribadi ?
....dan kemudian profesi demi profesi....

Masih ada di antara kita semua..
Guru-guru yang ikhlas mendidik, mampukah kita berempati..
Dokter-dokter yang ikhlas mengobati, mampukah kita berempati..
Polisi-polisi yang ikhlas mengabdi, mampukah kita berempati..
Pemimpin-pemimpin yang ikhlas mengayomi, mampukah kita berempati..
Para pengumpul sampah yang ikhlas membuat lingkungan kita menjadi asri, mampukah kita berempati..
Artis-artis yang ikhlas berdakwah dengan adanya bakat diri, mampukah kita berempati..

Sudah sempurnakah sebagai pribadi yang menjalankan sebuah profesi ?
Saling mengingatkan adalah yang wajib dijalani, namun menghakimi ?

Mohon maaf sekali lagi,setulusnya dari hati,jika ada yang merasa tersakiti dengan tulisan ini.
Mari bersama kita bermuhasabah diri.


-Mendy-
(Alhamdulillah..anak dari seorang guru dan dokter gigi, memiliki saudara dokter dan ahli ekonomi, istri dari seorang polisi, ibu dari seorang putri, dikelilingi keluarga besar dan para sahabat dengan berbagai profesi)